Lagi Menulis…Lagi…

Aku ingin menulis dan terus menulis.
Tanpa henti. Tanpa kenal waktu
Saat aku sedih, aku menulis sambil menangis.

Saat sedang senang, aku menulis sambil tertawa.
Menceritakan semuanya lewat tulisan.

Aku bisa jujur. Hanya lewat tulisan.
Aku ingin teriak. Tapi suaraku nggak keluar.
Aku bahkan lebih bahagia melepaskan tangis sambil menulis.

Aku berterimakasih sekali pada siapapun yang membuatku keranjingan menulis.

Ibu. Yang mengajarkanku menulis dan membaca untuk pertama kalinya. Ibu, aku sayang Ibu. Aku bener-bener s-a-y-a-n-g i-b-u
Ibu adalah sosok ibu yang tegar.
Ibu bukan hanya ibu yang biasa, Ibu juga merupakan sosok bapak
Bisa bermain peran menjadi seorang bapak, saat kami sedang rindu akan sosok seorang Bapak.
Yang tetap memasak buat anak-anaknya, meskipun sibuk mengajar ngaji
Tetap mengantarkan aku dan adik ke sekolah, meskipun bapak sudah tidak ada.
Selalu mendoakan anak-anaknya agar sukses dan tercapai cita-citanya, meski aku jarang berdoa untuknya.
Meski bukan orang yang pandai, tapi ibu mengajarkanku hal yang bahkan seorang sepandai apapun nggak bakal tahu.

Bapak. Aku kangen Bapak.
Aku ingin memeluk Bapak erat-erat dan nggak membiarkan Bapak pergi.
Aku ingin denger suara Bapak.
Aku pingin tanya soal Matematika ke Bapak seperti waktu aku masih SMP.
Aku pingin Bapak ajak aku makan mie pangsit di jalan jakarta lagi.
Ingin Bapak belikan lagi kamus Jepang-Indonesia yang dibeli diam-diam, karena kalo sampe ibu tahu—Bapak mungkin bakal dimarahi Ibu. Masih ingat kan Pak?
Bapak ada hanya sampai aku berusia 14 tahun.

Pak, aku pingin cerita banyak. Bapak pingin ndenger ceritaku kan?
Pak, aku dulu bingung. Nggak ada Bapak, lalu apa yang menjadi semangatku besok?
Pak, Dewi bertekad. Dewi pingin mewujudkan apa yang Bapak inginkan.
Dan membuat Ibu bahagia dan bangga pernah melahirkanku di dunia.
Cuma itu Pak, yang membuat Dewi tetep tegar dan bersemangat lagi.

Pak, komputer ama printer di rumah udah diganti.
Tapi, Pak… kalo misalnya bisa ditukar, Dewi nggak pingin kemewahan.
Dewi cuma pingin ada Bapak…
Dewi yakin Ibu dan adik juga berpikir begitu…

Bapak, Ibu tulisan ini untukmu
Dari hati yang terdalam
Dewi sayang Bapak Ibu

2 thoughts on “Lagi Menulis…Lagi…

  1. Dewi….
    kamu adalah cewek terkuat dan tersemangat yang pernah aku kenal
    Beruntungnya aku pernah kenal ma kamu
    Keep fighting ya….

    Allah selalu bersamamu

    wedh reply :
    he eh,,
    makasih yaw😀
    u’r d best dah,,

  2. Wede..

    Sosweet wed😦

    Semangat e rekz,,selalu membara!!

    Semoga bapak,ibu merasakan apa yang kamu tuliskan diatas..

    hehehe..


    wedh reply :
    yup,, semangat terus dong!!
    amiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s