Memilih Kos-kosan

Setelah berbincang lama dengan ochin dan upik beberapa hari yang lalu, di tengah guyuran hujan dan di tengah kebingungan menunggu Pak Aris yang nggak dateng-dateng dan di tengah kebingungan menunggu kepastian mengenai format laporan Tugas Akhir yang benar dan di tengah kebingungan menunggu hujan reda dengan perut kroncongan dan ditengah kebingungan bagaimana caranya mengatur posisi duduk supaya nggak kedinginan dan ditengah kondisi yang seperti, kami bertiga membicarakan sebuah pembicaraan yang sangat-amat-berguna sekali pada masa datang!

Bisa jadi di tahun-tahun berikutnya dalam hidup kita, kita nggak tinggal bersama lagi dengan orang tua dan keluarga dengan alasan melanjutkan sekolah di tempat lain atau kebetulan bekerja di luar kota—yang memaksa (nggak memaksa sih, tapi mengharuskan) kita untuk tinggal di kos-kosan. Buat yang udah berpengalaman sih, mungkin bagi mereka sepele memilih kos-kosan untuk ditinggali. Tapi bagi yang sebelumnya belum pernah ngekos, untuk memilih kos-kosan yang baik mungkin agak kesusahan. Berikut ini adalah beberapa tips yang mungkin berguna untuk memilih kos-kosan yang baik.

  • Lebih aman sih, jangan pilih kos-kosan yang campur. Laki-perempuan. Kalo cewek, cari ja kos-kosan khusus cewek, lagipula toh lebih nyaman kan (apalagi buat cewek berkerudung…yang nggak perlu ribet pake kerudung dalam kos-kosan :D)

  • Cari kos-kosan yang ada bapak/ibu kosnya. Percaya atau nggak, kebanyakan orang tua yang tinggal nun juauh dari anaknya pasti bakalan nggak tenang kalo anaknya tinggal di kota yang masih baru. Lebih-lebih anaknya tinggal di kos-kosan yang nggak ada bapak/ibu kosnya. Padahal kalau ada bapak/ibu kos kan orang tua jadi bisa menyerahkan seperempat tanggungjawabnya untuk menjagakan anaknya pada bapak/ibu kos. Yah, meskipun nggak sepenuhnya bapak/ibu kos tu protektif ma kita—tapi paling nggak di kota yang baru, kita ada penjaminnya. Yakni bapak/ibu kos.

  • Perhatikan gaya bicara bapak/ibu kos. Kalo tu bapak/ibu kos ngomongnya haluss banget, amat persuasif (ehem, ehem, terimakasih buat guru bahasa Indonesia yang udah ngajarin fungsi kata ini), menarik, penuh basa-basi, intinya sih bener-bener kayak SPG (Sales Promotion Girl) dan berhasil membuat kita percaya atas apa yang diomongin, ada satu kata yang patut untuk diingat! Jangan Tertipu!!! Karena kebanyakn mereka hanya menipu kita dengan omongannya yang halus dan penuh sensasi. Tapi ternyata NOPE!

  • Kalau bisa minta diberi kesempatan untuk melihat-lihat kondisi kamar, kalau ternyata nggak boleh—wah, patut curiga nih, jangan2 ada sesuatu yang disembunyikan… nggak usah mikir lama-lama, langsung coret dari daftar calon tempat kos-kosan. Tapi kalau kita diberi kesempatan untuk look around kos-kosan, jangan lewatkan gitu aja kesempatan ini—galilah banyak-banyak informasi dari penghuni kos yang lain. Tanyain tentang sejarah kos-kosan (jaga-jaga kali aja di kos-kosan situ serem,,), tentang bapak/ibu kos (cerewet apa nggak…). Lihat juga kebersihan kamarnya dan yang paling penting adalah kamar mandi! Rumah yang sehat itu tercermin dari kamar mandinya.

  • Kalo udah ngerasa oke nih ama kos-kosan itu, ada satu hal lagi mengenai teknis pembayaran yang perlu diingat. Jangan mau disuruh mbayar didepan untuk 3 atau 6 bulan selanjutnya. Kita tetep harus mikir kemungkinan2 lain yang mungkin akan dilakukan bapak/ibu kos (yang kali aja agak licik nih…)

Ada yang mau nambahin? Maklum nih, aku sendiri juga masih belum berpengalaman mencari kos-kosan. Habisnya, meskipun udah segede ini, aku masih numpang ma orang tua. Heheheh😀

One thought on “Memilih Kos-kosan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s