Menunggu Pengumuman UAN

Menunggu itu sangat-amat-tidak-mengenakkan!

Berdasarkan asas “Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini!”, saya berhasil dengan suksesnya mengembangbiakkan berbagai pikiran-pikiran aneh bin ajaib tentang hasil pengumuman UAN.

Parahnya lagi, saya benar-benar tidak memperhitungkan keampuhan program KB sebelum pikiran-pikiran saya berproduksi lagi.

Akhirnya saya berpikir bahwa, ‘menunggu’ merupakan ladang humus yang dapat menumbuhsuburkan segala pikiran aneh kita.

Bagaimana bukan pikiran aneh yang berkembang? Mengingat ada beberapa hal yang membuat saya berdebar setengah mati, yakni nilai standar kelulusan UAN tahun ini naik dari 5 menjadi 5,25.

Saya lebih tidak bisa membayangkan bagaimana kacaunya pikiran teman2 saya yang di SMA menunggu pengumuman UAN, karena selain standar nilainya dinaikkan, juga diikuti bertambahnya pelajaran yang di UAN kan sesuai jurusannya.

Apapun itulah, dalam proses penantian yang panjang itu—sekolah saya memiliki kebijakan yang menurut saya benar-benar bijak untuk menangani siswa-siswanya yang sedang tenggelam dalam kebingunganna—yakni dengan tour ke Bali!

Yeah! Bali…tempat yang cocok untuk melepaskan sedikit rasa penat yang menghantui pikiran saya—tepatnya kami—seluruh siswa kelas 3 di SMK Telkom Malang tahun pelajaran 2007-2008.

Bagaimanapun juga menunggu merupakan suatu proses yang wajib dilewati. Sebenarnya nggak buruk-buruk amat kok menunggu itu, karena dengan menunggu bisa memupuk jiwa-jiwa penyabar dalam diri kita. Juga mengajak saya kembali ke menengok buku Fiqih saya sewaktu masih MTs (yang sudah saya tinggalkan lebih kurang 3 tahun!), yang mengajarkan kita untuk selalu berdoa, bertawakkal dan optimistis dengan selalu berekspektasi positif pada Allah SWT.

Ya Allah, semoga Engkau berikan ketenangan hati untuk hambaMu yang sedang gundah.

Ya Allah, semoga Engkau berikan kelapangan dada untuk hambaMu yang sedang dilanda kesempitan hati.

Ya Allah, semoga Engkau jauhkan keluh kesah dari lisan hambaMu ini.

Akhirnya…dengan begini terasa lega bukan? Saya menemukan kesimpulan hari ini, yakni : Menunggu ternyata tidak hanya menyakitkan, tetapi malah bisa menyembuhkan hati yang gundah! Asalkan saat penantian itu diisi dengan mendekatkan diri pada Allah SWT dan selalu berpikir positif!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s