Strive For Japan (Part 1)

Tepatnya tanggal 20 Juni 2008, saya ke Kedubes Jepang di Surabaya untuk mengumpulkan formulir beasiswa Monbukagakusho. Ini adalah kali pertama saya ke Surabaya tanpa orang tua, biasanya kan ke Surabaya hanya saat Hari Raya Idul Fitri, itu pun jalan-jalannya juga udah lupa.

Kata orang, Surabaya itu Kota Besar, dimana orang dari suku manapun, dengan berbagai macam tujuan (baik atau jahat) bergabung di satu kota, jadi perlu hati-hati!

Dari Malang jam 7 pagi, saya dan ketum berangkat ke Surabaya naik Bis Patas AC. Harga karcisnya Rp 15.000,00. awalnya saya agak keberatan dalam hati, tapi ya mau gimana lagi—demi sampai ke Surabaya dengan kondisi nyaman di perjalanan dan cepat, yah saya ikhlaskan duit segitu .

Tepat jam 9, sampai di Terminal Bungurasih. Panas. Buuingung. Mana nahan kebelet ke belakang lagi (habisnya di Bis kan dingin!). Bahkan sampai cari pintu keluarnya saja bingung! Untunglah, akhirnya berhasil keluar juga…

Sekeluarnya dari terminal, kami naik Lyn Kuning jurusan Joyoboyo, lalu di Joyoboyo naik Lyn F jurusan Gubeng, turunnya di Jalan Jawa atau Jalan Sumatera langsung.

Alhamdulillah berdasarkan petunjuk dari Pak Hasan via telepon (Katanya Ketum, Pak Hasan adalah Pak wo-nya Febrie), kami sampai ke Kedubes Jepang, tepatnya di Jalan Sumatera No. 93

Untuk masuk ke kantor kedubes, kami harus meninggalkan HP dan KTP di Pos Satpam, kemudian barang bawaan kami diperiksa apakah mengandung benda logam melalui detektor logam. Saya juga diperiksa apakah membawa logam atau tidak (btw, selama di perjalanan ke Surabaya saya mikir, resleting celana saya mengandung logam nggak ya? Kalau ternyata mengandung logam, berarti saya nggak boleh masuk ke kantor Kedubesnya dong? Ternyata reseleting saya tidak mengandung logam yang berbahaya! ).

Di lantai 1 kantor Kedubes Jepang sebagai pusat Informasi umum. Lantai 2 untuk informasi seputar pendidikan (beasiswa dll.). Tujuan utama sesampainya di lantai 2 adalah segera mencari toilet untuk membuang tiittt…, karena sudah sekitar 1 jam ditahan! Tapi ternyata, saya malah terselimurkan dengan suasana di lantai 2 yang benar2 mengagumkan! Buersih banget… dingin memang, tapi suhunya suhu normal ruangan (nggak kayak di bis!). Bakal betah deh berlama-lama disitu. Ada mesin besar yang berfungsi untuk memutar lagu, didengarkan melalui headset. Pilihan lagunya terbatas, ada lagunya Morning Musume (judulnya gak tahu),Gackt, Hyde, dll. Rencananya mau mencoba ndengerin lagunya Morning Musume, tapi nggak jadi, habisnya Ketum buru-buru mau mengejar waktu untuk Sholat Jum’at. Sebel.

Setelah kedatangan kami, ada juga 2 mahasiswa ITS yang datang. Tujuannya sama, mau mencoba beasiswa di jurusan S1 (Alhamdulillah, paling nggak si mas-mas itu bukan saingan saya di jurusan D2! Fiuh,,). Ternyata tidak hanya lulusan SMA tahun 2008 saja yang tertarik dengan beasiswa Monbukagakusho ini, bahkan mahasiswa pun ikutan nyoba.

Saya harus menguatkan hati! Saya harus semangat! Semangat untuk terus belajar!

Bismillahirrahmaanirrahiim!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s