Strive For Japan (Part 2)

Tanggal 22 Juli 2008 kemaren, diumumkan siapa saja yang lolos hasil seleksi dokumen (untuk selanjutnya mengikuti tes tahap 1). Fiuhh, bener2 menegangkan!! Saya udah nggak sabar pengen tahu apakah saya lolos untuk beruntung (apa iya, beruntung?) menjajal soal-soal Monbukagakusho selanjutnya.

Sampe-sampe saya telpon 3 kali ke Kedubes Jepang, pertama kali telpon (tanggal 21 Juli 2008, jam 9 pagi) perasaannya biasa banget, sepertinya udah tawakkal mau keterima apa nggak itu sudah kuasa Allah (sebenarnya Cuma sok tabah aja!), eh ternyata Kedubes yang di Surabaya belum tahu hasilnya, karena Kedubes Jakarta belum ada ngirimin hasilnya. Wah, agak kecewa sih, tapi nggak pa pa lah, nyante aja, aku juga dapet informasi bahwa untuk wilayah jawa timur, pendaftar D2 Monbu ada 120 orang, dan diseleksi hingga 100 orang.

Alhamdulillah, mendengar informasi itu saya menjadi agak pe de!

Malamnya, saya kebetulan nyari referensi tugas internet adik saya (sementara jadi asisten adik!) di internet. Wah, kesempatan nih, nengokin friendsterku awh.

Untung akses internetnya nggak lama, friendster saya segera muncul dengan nama Akemi (Akemi Numajiri panjangnya, itu adalah nama jepang saya… setelah nyoba2 japanese name generator). Lihat2 apakah ada komen baru dari para penggemar saya (sok ngartis lagi,,). Dan ternyata Hening disitu komen, dia bilang kalo dia tadi siang telpon ke Kedubes Jepang dan hasilnya dia nggak lolos seleksi dokumen Monbu.

Jdeng!!! Jdeng!!! Jdeng!!! Jdeng!!!

Perasaan saya langsung nggak karuan. Takut. Bingung. Ngderedegh. Aduh biyung, pie iki? Lalu bagaimana dengan nasib hambamu yang satu ini Ya Allah? Buru-buru saya simpan data adik saya si Flashdisk. Ndang-ndang mulih, menenangkan diri.

Sesampainya di rumah, saya cerita ke Ibu. Sambil saya cerita, saya juga harap-harap cemas dalam hati… Ya Allah, moga2 jalan saya dimudahkan untuk ikut seleksi beasiswa Monbu. Saya jadi ingat semua pengorbanan yang saya lakukan demi ikut beasiswa Jepang. Ibu bilang bahwa saya harus tenang. Ibu juga sudah berdoa untuk selalu diberikan yang terbaik bagi saya. Saya jadi terharu…

Besoknya (22 Juli 2008), saya telpon lagi ke Kedubes Jepang. Maunya langsung denger berita hasil seleksinya, eh malah ternyata saya nyambung ama operatornya—intinya, Kedubes Jepang masih belum buka! Saya jadi heran, jam berapa sih bukanya Kedubes? Padahal menurut saya jam 8 pagi itu jam normal orang Indonesia mulai masuk kerja…

Sabar…sabar…

2 jam kemudian, saya telpon lagi ke Kedubes Jepang. Alhamdulillah, nyambung! Diangkat deh ma mbak2 yang disana. Saya langsung menanyakan tentang hasil seleksi beasiswa Monbu untuk jurusan D2, dengan nama Dewi Nurfitri Oktaviani (Heheheh,,).

Tik…tik…tik…tik…tik…tik…tik…, bukan tiba-tiba ada hujan, tapi itu adalah suara detik jam yang berlalu lama sekali. Dalam hati saya mikir, bisa-bisa pulsa telpon rumah saya bulan ini membengkak!!

Alhamdulillah! Nama saya tercantum! Nama saya masuk dalam daftar 100 orang yang berhak lolos seleksi dokumen! Saya berhak menjajal soal-soal Monbu!! Saya langsung sujud syukur!!

Jadi inget Bapak deh,, kalau ada Bapak, pasti bakal saya peluk dan saya ceritakan bahwa saya (insyaallah) akan mewujudkan mimpi Bapak untuk sekolah ke Jepang!

Ternyata, pengorbanan saya tidak sia-sia. And I will strive for Japan!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s