Pesan Aku untuk Indonesiaku

Saya menulis postingan ini pagi-pagi buta, di saat semua orang masih terlelap dan dibuai mimpi indahnya. Eits, bukannya saya nggak tidur–malah udah kebanyakan tidur. Dan saat ini adalah waktunya untuk membebaskan pikiran saya dalam dunia blogging.
Oke. Saya mengawali hari dengan berdoa dan menulis postingan di blog. Semoga hari ini akan menjadi hari yang indah dan bermanfaat bagi banyak orang! Amiin.
Aku untuk Indonesiaku.
Mari diartikan perkata…
Aku adalah seorang mahasiswa yang selalu mencari dan tidak pernah diam. Salah satunya mencari-cari dimana sebenarnya kebenaran diantara kebaikan di tengah pasokan segerombol informasi yang masuk ke otak setiap harinya.

Indonesia adalah negara kita! Sampai detik tulisan ini diposting pun–hingga kalian baca tulisan ini–saya masih berada di Indonesia tercinta. Dan inilah tanah airku, kalau boleh memetik penggalan lagu kebangsaan kita :

Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku.
Disanalah aku berdiri, jadi pandu Ibuku.

http://bolehtau.files.wordpress.com/2008/03/peta_indonesia1.gif
http://bolehtau.files.wordpress.com/2008/03/peta_indonesia1.gif

Sekedar untuk mengingatkan kembali ingatan kita tentang lagu kebangsaan Indonesia sebagai pemersatu bangsa–malah lebih baik jika ternyata nasionalisme kita makin meningkat dengan merenungkan lagu kebangsaan kita ini.

Berdasarkan beberapa bait paragraf diatas, dapat disimpulkan bahwa Aku Untuk Indonesiaku adalah sejauh mana partisipasi dan kontribusi positif yang dapat diberikan oleh setiap ‘Aku’–yang sejumlah 225 juta manusia–yang notabene seorang WNI untuk Indonesia.

Saya pernah membaca postingan seorang teman di blognya tentang rahasia berkembangnya negara Jepang, adalah ternyata karena orang Jepang selalu memiliki antusiasme (yang baik) besar dan selalu memberi dukungan pada setiap pembaharuan atau kemuajuan yang ada di Jepang–sehingga secara naluriah, orang akan selalu terpacu untuk melakukan perubahan dan perubahan–karena adanya dukungan positif dari masyarakat Jepang sendiri.

Bagaimana dengan Indonesia? Di Indonesia ini, orang-orangnya memang antusiasmenya tinggi–tapi untuk menjatuhkan :D–dan kebanyakan sirik dengan kesuksesan orang lain. Bukannya malah senang dengan keberhasilan orang lain, eh malah mencari-cari kesalahan pada keberhasilan orang lain dan berusaha untuk menjatuhkannya. Jadi, kapan mau majunya? Lha wong jika setiap ada kemajuan selalu aja ditentang dan dicegah perkembangannya. Nggak heran jika Indonesia selalu jalan di tempat, sedangkan negara yang lainnya sudah dua, tiga, bahkan lima langkah di depan kita.

Sifat bawaan orang Indonesia untuk iri dengan keberhasilan orang lain memang baik, setidaknya menunjukkan adanya kompetisi dan keinginan untuk maju. Tetapi, yang salah adalah niat yang terbentuk dari hati setiap orang–yang selalu ingin mengalahkan orang lain dengan segala cara–bahkan dengan cara tidak terpuji dan tidak jujur alias menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang diinginkan.

Bukan berarti kita tidak boleh protes atau mengkritisi atas segala hal, boleh kok protes tetapi tinggal bagaimana caranya mengalihkan protes yang dilontarkan menjadi sebuah dukungan moral bagi si empunya ide–bukan menjadi sebuah tombak yang siap menghadang.

Teman, (sesama Blogger dan pembaca setia tulisan saya, hehe) , pastinya kita sebagai ‘Aku’ memiliki keingingan di hati yang terdalam untuk menjadikan Indonesia–tanah air kita tercinta–agar menjadi bangsa yang budiman yang luhur dan maju tentunya.

Entah kalian adalah mahasiswa, guru, dosen, pegawai bank, buruh pelinting rokok, instruktur yoga, penjual kelontongan bahkan tukang becak sekalipun, mari kita wujudkan harapan kita untuk Indonesia, dengan “be a good and smart citizenship“.
Jadilah manusia yang baik, baik dalam hatinya, pikirannya, perilakunya. Cerdas juga dalam mengambil sikap dan menentukan arah. Jangan mau dihasut oleh sembarang orang. Manusia yang tidak ikut arus, memiliki prinsip dan idealisme sendiri. Jikapun memang ingin berkompetisi, lakukan kompetisi yang sehat dan fair. Jika kalah, jangan sombong–kalah kok sombong? Iya, kalah yang sombong itu, udah kalah dalam kompetisi tapi nggak mau mengakui kekalahannya–nggak ikhlas menerima kekalahan dirinya dan kemenangan orang lain.Begitu juga dengan pemilu (baik legislatif atau presiden/wapres) yang akan dihelat sebentar lagi.

Saya ada pesan buat bapak-ibu calon wakil rakyat : Jadilah ‘Aku’ yang bisa memberikan contoh baik bagi ‘Aku’-‘Aku’ yang lain! Jangan terus memperebutkan kursi dengan cara yang tidak baik, lakukan dengan fair. Dan siapapun yang kalah, sebaiknya bisa menerima kekalahan dengan ikhlas dan introspeksi diri (juga introspeksi partai) mungkin lain waktu bisa dicoba lagi dengan pendukung yang lebih banyak. Jangan lupa untuk selalu mendukung teman/kandidat seperjuangan yang memenangkan pemilu–jangan jadi partai oposisi melulu.

Bagi siapapun yang menang pemilu, jangan sombong dan semena-mena, jadilah contoh yang baik bagi rakyat Indonesia. Amanah 225 juta rakyat Indonesia ada di tanganmu. Gunakan sebaik-baiknya jabatanmu untuk mensejahterakan rakyat. Budayakan rakyat Indonesia untuk menjadi ‘good and smart citizenship‘.

Wujudkan Indonesia yang bersih dan sehat! Oke, dimulai dari ‘Aku’ yang ‘good and smart citizenship’ untuk Indonesiaku yang bersih dan sehat!
Yah, inilah akhir tulisan saya. Tulisan ini juga sudah merupakan perwujudan Aku sebagai mahasiswa untuk Indonesiaku tercinta. Semoga Indonesia tetap jaya!

6 thoughts on “Pesan Aku untuk Indonesiaku

  1. oktavianidewi mengomentari blog oktavianidewi..

    ayo wedth, ayo!
    jadi good and smart citizenship menurutku bisa diambil contoh punya kelengkapan2 administrasi diri, seperti punya ktp, sim, kartu keluarga, dan npwp yang sesuai dgn diri kita, hayo siapa yg blm punya??

  2. Assalamualaikum,

    Salam kenalan oktavianidewi, aku dari Malaysia.

    Pesanan mu untuk masyarakat di Indonesia merupakan 1 usaha yang sangat baik. Aku adalah insan biasa di Malaysia namun aku sering mengingati diri aku dan sahabat aku agar perpaduan itu diutamakan.

    oktavianidewi,
    Aku akui, sifat-sifat yang tidak sepatutnya itu semakin sebati dalam diri beberapa masyarakat kita. Aku tidak tahu, apa yang mereka fikirkan. Sudahlah kita tidak maju, sahabat yang dekat dengan kita pun mahu kita jadikan tidak maju?. Aku hairan…juga.

    Apapun, semoga kita terus mampu mengingatkan diri kita dan insan-insan lain. Apa yang penting, pupuklah perpaduan kerana ia tunjang kesejahteraan sesebuah negara.

    Semoga Malaysia-Indonesia seiring menuju kejayaan dengan menitikberatkan kebajikan masyarakat.

    1. Amin, salam kenal untuk Rufiah.
      senang sekali rasanya bisa bertemu dengan Rufiah di rumah pikiran (blog sederhana) saya, semoga bisa saling bertukar informasi.

      benar, kehidupan yang damai memang diimpikan oleh semua bangsa, namun konflik tetap saja ada karena ada pihak yang berlaku semena-mena. Provokasi yang terjadi justru semakin memperkeruh masalah, sehingga dibutuhkan pikiran yang dingin untuk meredam masalah yang ada.

      Indonesia dan Malaysia memang berada pada hubungan yang tidak baik, tetapi jangan biarkan kita terprovokasi, lalu menjadi ikut-ikutan menyalahkan pihak lain😀, karena hal itu sama sekali tidak menyelesaikan masalah.

      harapan kita, semoga tidak ada lagi perang dan
      semoga harapan itu bisa terwujudkan😀. Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s