Pengalaman Buruk : Hardisk Formatted

Saya mendapatkan kejutan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, kejutan yang spektakuler dan sempat membuat saya shock.

Seluruh isi hardisk saya terformat!

Bayangkan, hardisk dengan kapasitas 120 GB itu datanya asli terformat. Bagaimana bisa?

Bego dasar bego. Maunya menginstall Kubuntu 9.04 yang baru saja saya dapatkan. Eh ternyata, buntutnya runyam. Bukannya tidak bisa menginstall Kubuntu, tetapi yang namanya apes melanda, sungguh nggak bisa di nyana-nyana.

Begini ceritanya, awalnya primary boot saya Windows XP SP2, lalu saya ingin mencoba dual booting XP dan Linux (Kubuntu). Prosedurnya normal, saya sudah mengalokasikan 10 GB hardisk dan mempartisinya untuk menginstal Linux. Oke, sampai langkah ini rebes!.

Masukkan CD Kubuntu, lalu restart laptop. Kemudian booting dari CD, instalasi awal berjalan lancar. Hingga saya diminta untuk menentukan partisi hardisk yang akan digunakan untuk menginstall Kubuntu.

Oke, di tahap ini saya sudah mewanti-wanti diri untuk hati-hati menentukan ukuran Hardisk yang akan digunakan. Saya pilih yang ‘manual partition’, lalu saya tentukan ukuran kapasitas Hardisk yang akan digunakan,  disana tertulis 120000 MB = 120 GB = kapasitas total Hardisk saya.

Tetapi Sayang seribu sayang, saya mengira 120.000 MB = 12 GB. >.< Next. Next. Yes. Finish. Ck, ck, ck.

Instalasi Kubuntu berjalan lancar. Hati saya senang karena sebentar lagi akan menikmati indahnya grafis Linux yang tersohor itu J . Yippiey.

Laptop saya restart. Menunggu pilihan dual booting yang biasanya muncul apabila terdapat 2 operating system berjalan dalam 1 laptop. Eh kok nggak ada? Aneh banget. Pilihannya Linux doang, dan somatis (otomatis maksudnya) masuk ke OS Linux. Belum ada prasangka buruk apapun *parahbanget*. Bahkan saya kepikiran begini : Tenang, tenang, nanti setelah masuk ke Linux saya akan akses folder Windows.

Ndilalah, begitu masuk ke Linux, saya cari folder C, D, E saya di Windows.

Loh? Loh? Kok nggak ada? Mulai galau hati ini L. Saya berusaha mengingat2 selama proses instalasi Linux, adakah gerangan yang salah?

Ow, ow, akhirnya saya menyadari kesalahan saya : itu tadi saya mengira 120000 MB = 12 GB.

Saya lemas. Tak berdaya. Ngerasa jadi orang bego sedunia. Ou ou ou. My lovely hardisk (120 GB) totally Linux installed. Data sejak tahun 2003 n sejak SMA ada disitu, tugas-tugas, laporan, makalah, PKM, proposal, cerpen2 ga penting, artikel2 buat lomba (yang akhirnya mangkrak dan nggak kekirim) juga tersimpan disitu bahkan curhatan saya dan beberapa (baca: buaaannyyyaaakk banget) foto narsis, hilang. Raib.

Tapi, saya berusaha tegar. Cie.. cie.. dunia belum berakhir kok, walaupun hardisk ke format. Tapi hampir berakhir  ^^.

7 thoughts on “Pengalaman Buruk : Hardisk Formatted

  1. PEMBUKAAN
    selamat pagi, Iwed
    ISI
    jiahahaha. 120.000 MB = 12 GB😆😆
    beda satu jumlah “nol” saja efeknya langsung makjlebb !!
    yang tabah ya, wed
    PENUTUP
    kalo tak sarankan seh data data itu ada back-upnya. entah CD atau DVD.
    jaga jaga buat tragedi semacam itu
    ^^

  2. T^T

    turut berduka..
    btw kau udah ada kemajuan ngono wedth,
    pc berubah jadi laptop😀

    btw saya siap mengemail file TA, lagu2 anime, dll😀

    yang sabar ya~~

  3. 1. selamat, anda beruntung
    2. selamat menikmati kubuntu barunya
    3. err… klo mau grafis yang bagus, pakek windows 7 aja😀 *microsoft marketing division*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s