Perguruan Tinggi Idaman, Peguruan Tinggi Impian

Membuat artikel untuk Lomba Blog UII ini membuat cairan kreatifitas di otak saya meluap-luap. Yap, mendefinisikan perguruan tinggi idaman sedikit banyak membangkitkan daya imajinasi dan kreatif saya.

Perguruan tinggi idaman. Kata kuncinya dua, yakni: perguruan tinggi dan idaman. Perguruan tinggi adalah lembaga formal tempat untuk menimba ilmu selepas bangku SMA, sedangkan idaman adalah harapan, keinginan dan angan-angan setiap orang. Jadi, perlu ditegaskan bahwa definisi perguruan tinggi idaman akan berbeda-beda, tergantung sudut pandang dan parameter masing-masing penilai. Nah, perguruan tinggi idaman menurut konsep saya adalah perguruan tinggi yang mana selain dapat memenuhi tujuan dan kebutuhan pendidikan nasional sesuai konstitusi, menyelesaikan problematika pelik negara Indonesia, juga dapat memenuhi keinginan dan idealisme setiap orang.

Mari kita lihat fakta dari Biro Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah sarjana (S-1) pada Februari 2007 sebanyak 409.900 orang. Setahun kemudian, tepatnya Februari 2008 jumlah pengangguran terdidik bertambah 216.300 orang atau sekitar 626.200 orang. Jika setiap tahun jumlah kenaikan rata-rata 216.300, pada Februari 2012 terdapat lebih dari 1 juta pengangguran terdidik. Belum ditambah pengangguran lulusan diploma (D-1, D-2, D-3) terus meningkat. Dalam rentang waktu 2007-2010 saja tercatat peningkatan sebanyak 519.900 orang atau naik sekitar 57% (Wibowo, 2010).

Simak juga data yang menyebutkan bahwa marak sekali terjadi komersialisasi pendidikan saat ini. Sekolah Bertaraf Internasional yang dirintis pada 100 sekolah SMP, SMA/SMK, di seluruh Indonesia yang mulai 23-29 April 2010 menerima siswa baru, merupakan bentuk komersialisasi pendidikan yang dahsyat. Ini jelas akibat merajalelanya komersialisasi pendidikan (Kompasiana, 2010). Tidak lama lagi, perguruan tinggi juga akan menjadi korban komersialisasi pendidikan.

Miris sekali rasanya biaya pendidikan mahal, ditambah lagi fakta bahwa lulusan perguruan tinggi pun tidak menjamin peningkatan taraf kesejahteraan kehidupan di masa depan. Ujung-ujungnya malah menjadi pengangguran abadi tanpa keahlian, kecakapan dan kesempatan untuk mendapatkan lapangan kerja. Masalah tersebut adalah masalah nyata yang menimpa Bangsa Indonesia dimana seharusnya perguruan tinggi bisa menjadi solusi atas masalah-masalah tersebut. Perguruan tinggi yang mengatasi masalah tanpa menimbulkan masalah lain adalah contoh perguruan tinggi idaman.

Perlu ditekankan bahwa perguruan tinggi idaman tidak melulu perguruan tinggi yang megah dan ‘wah’ dari sisi fisik bangunan dan fasilitas, atau perguruan tinggi yang sudah memiliki label Perguruan Tinggi Favorit Indonesia dengan embel-embel berkualitas nasional (bahkan internasional), atau bahkan perguruan tinggi yang uang gedungnya mencapai 12 digit nol! Bukan hanya faktor itu, teman!

Ingatlah bahwa limpahan fasilitas bagai pisau bermata dua: bisa menopang sukses, juga bisa memanjakan sehingga merusak etos (Karni, 2008). Hal yang tidak kalah penting adalah terbentuknya karakter kuat, untuk selalu optimis dan terus mengembangkan harapan dan mimpi.

Perguruan tinggi idaman adalah perguruan tinggi yang dibentuk dari integrasi komponen internal dan eksternal perguruan tinggi. Berikut di bawah ini penjelasannya:

a. Internal     :

Dukungan niat, semangat, kemamuan, usaha dan etos kerja dari diri mahasiswa sangat-amat-membantu mahasiswa dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik. Diperlukan nyali dan tekad yang berkesinambungan untuk menyikapi segala keterbatasan. Ada yang pasrah pada keadaan, ada yang terus berusaha membuka peluang. Teman, citra pekerja keras bukan hanya monopoli orang Jepang, Cina, Israel, dan bangsa-bangsa lain yang sudah kondang ditempeli stereotype protagonis. Percayah bahwa bangsa ini juga bisa membuktikannya!

b. Eksternal  :

  1. Perguruan tinggi yang memiliki integritas tinggi untuk memajukan bangsa Indonesia sesuai dengan tujuan nasional menurut konstitusi.
  2. Gedung/tempat perkuliahan yang mendukung berlangsungnya perkuliahan di perguruan tinggi.
  3. Media/alat praktikum yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa
  4. Standarisasi kualitas/mutu dari pemerintah.
  5. Fasilitas. Dapat berupa perpustakaan dan fasilitas akses internet untuk mendapatkan informasi. Di era yang berbasis informasi, akses internet merupakan hal penting dan wajib dipenuhi untuk
  6. Metode perkuliaha. Metode perkuliahan yang sesuai dan cocok dengan kebutuhan di masyarakat saat ini, sehingga nantinya mahasiswa dapat berguna bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
  7. Ekstrakurikuler (ekskul). Mahasiswa dituntut tidak melulu kuliah, tetapi juga mengikuti ekstrakurikuler (ekskul) yang mendukung softskill siswa. Diperlukan keseimbangan dari pertumbuhan hardskill dan softskill dalam diri mahasiswa. Perpaduan antara hardskill dan softskill sangat diperlukan untuk meraih jenjang karir yang lebih baik dan dapat memperluas bisnis di masa depan.
  8. Guru/dosen. Pendidik yang hebat adalah yang mempu membuat anak didiknya mencintai ilmu, bukan stres karena terbebani. Negeri ini perlu lebih banyak guru yang tulus dan piawai menggungah motivasi. Tak harus jenius, asal mampu membuat mahasiswa mengerti.
  9. Perguruan tinggi yang dapat membekali mahasiswa untuk menjadi agent of change bagi masyarakat sekitarnya.

Sejatinya, perguruan tinggi tidak melulu hanya menyelesaikan masalah secara tekstual, tetapi juga kontekstual. Artinya, kuliah tidak hanya mencari nilai tetapi, juga belajar bagaimana kuliah untuk memajukan masyarakat dan untuk menjadi produktif terutama ketika jika telah terjun di masyarakat. Begitulah definisi perguruan tinggi idaman menurut pandangan saya pribadi, semoga dapat menjadi referensi dan motivasi bagi teman sekalian!😉. Happy Learning!

Sumber Bacaan:

Karni, Asrori. 2008. LASKAR PELANGI THE PHENOMENON. Bandung: Penerbit Hikmah (PT Mizan Publika)

Kompasiana. 2010. KOMERSIALISASI PENDIDIKAN MERAJALELA. Website: http://edukasi.kompas.com/read/2010/04/25/22002224/Komersialisasi.Pendidikan.Merajalela [diakses on line tanggal 30 April 2010]

Wibowo, Agus. 2010. MENYIASATI PENGANGGURANN BERGELAR. Website : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/03/22/130739/68/11/Menyiasati-Pengangguran-Bergelar [diakses on line pada tanggal 30 April 2010]

5 thoughts on “Perguruan Tinggi Idaman, Peguruan Tinggi Impian

  1. Sebelumnya terimakasih kepada saudari iwed alias dewi alias iwedth atas artikelnya yg sekali lagi mengingatkan saya bahwa perguruan tinggi yang bagus tidak perlu mahal.

    Apapun perguruan tingginya, diri pribadi siswa lah yang menentukan dirinya, akan dibawa kemana dirinya melalui universitas tsb.

    Semoga bisa menjadi motifasi rekan2 yang belum, akan, sedang, maupun telah menempuh pendidikan perkuliahan.

  2. yap. setuju buat ocin n andyan..
    intinya, jangan mendompleng nama universitas. kita punya nama sendiri, besarkan nama kita.. buat nama kita dikenal orang lain karena torehan prestasi kita.. bukan karena domplengan nama universitas kita ;p

    hihi. semangat ya teman2😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s