LPDP Series #3: Seleksi Wawancara Beasiswa LPDP

Hi,

Jumpa lagi bersama ma**sy disini! *kecupkamera*. Edisi pembukaan alay dari anak #generasi90.

Biar nggak lupa, saya beri sedikit review dari postingan sebelumnya. Saya udah nulis tentang persiapan saya mengikuti seleksi dokumen LPDP dan repost sebuah tulisan dari milis beasiswa tentang tips persiapan seleksi dokumen LPDP. Tulisan pertama saya mencakup sharing pengalaman saya tentang bagaimana mempersiapkan dokumen untuk mendaftar LPDP untuk seleksi di Bulan Mei 2014. Setelah masa pendaftaran berakhir (19 Mei 2014), tibalah masa penantian menunggu hasil seleksi dokumen (26 Mei 2014).

Pada hari pengumuman, saya sengaja tidak langsung mengecek pengumuman hasil seleksi di website LPDP karena: 1) Bisa jadi websitenya akan down, karena hostingnya nggak kuat menerima serbuan klien yang mengakses bersamaan; 2) Bisa jadi pengumumannya diundur (pengumuman CPNS aja diundur-undur #eh). Tetiba saya di-mention ama Tika, bahwa ada kabar gembira untuk kita semua! Akhirnya daripada saya mati penasaran, saya lanjut japri temen saya melalui WhatsApp. Temen saya ngabarin bahwa saya lolos seleksi dokumen LPDP. Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Saya langsung kabari Ibu, lalu salim tangannya dan bercipikacipiki, padahal waktu itu saya lagi nemenin Ibu antri nunggu giliran periksa Dokter di klinik –“. Saat saya cek pengumumannya, ternyata websitenya down –“, tetapi pengumuman LPDP tidak diundur.

Maapin aye ya, karena aye udah suudzan duluan ama panitia LPDP. Tetapi jangan khawatir, karena H+1 pengumuman, masing-masing yang lolos seleksi dokumen akan dikirimi email pengumuman kelulusan beserta attachment dan akan dikabari melalui SMS. Hebattt. Dikedepannya, saya juga menyadari kalau panitia LPDP ini responsif banget deh, mendengarkan keluhan calon awardee dan selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik. Lima jempol buat panitia beasiswa LPDP.

Persiapan Wawancara

Ada sekitar 10 hari persiapan untuk wawancara. Berikut ini perencanaan (ideal) persiapan saya yang akhirnya gagal total :

  • Lakukan browsing, cari blog sebanyak-banyaknya yang membahas tentang wawancara beasiswa. Ada banyak sumber yang saling melengkapi *ceileh* dan bisa dijadikan referensi, tapi yang lengkap menurut saya dari website Pak Made Andi, walaupun yang dibahas oleh beliau lebih spesifik tentang prediksi pertanyaan seleksi wawancara AAS.
  • Persiapkan list kemungkinan pertanyaan dari reviewer dan kemungkinan jawaban yang akan saya sampaikan (siapkan both English and Bahasa).
  • Latihan bicara di depan kaca

Tapi yang saya lakukan cuma poin 1 dan 2. Saya ngga sempet latihan di depan kaca, karena nggak sempet, riweuh nyiapin dokumen untuk dibawa pada saat wawancara.

dokumen wawancara lpdp
Capture email dari LPDP tentang dokumen yang wajib diibawa saat wawancara

Day 1 : Seleksi Wawancara

Pada saat wawancara, saya bisa meredam kegugupan karena saya ditemani 3 orang temen saya (1 temen kuliah, 2 temen SMP) yang sama-sama akan seleksi wawancara. Saat itu, tempat wawancara untuk rayon Jawa Timur di Universitas Airlangga Kampus C Muliosari. Sesampainya di tempat wawancara, ternyata banyak juga anak Malang yang ikutan LPDP, total ada sekitar 5-6 orang kenalan baru dari wawancara LPDP kemaren, hihihi. Saran saya, carilah kenalan dan ngobrol! Penting banget untuk mengurangi rasa grogi dan siapa tau bisa kasi bocoran saling share pengalaman wawancara bahkan siapa tau bakalan sekelompok LGD. Ada gunanya juga kemampuan tepe-tepe guweh.

Pertama-tama adalah acara pembukaan, semua peserta wawancara dikumpulkan di hall dan diberi pengarahan tentang LPDP selanjutnya penentuan jadwal dan kelompok wawancara dan LGD. Ada peserta yang mendapatkan jadwal wawancara dan LGD dalam satu hari, kebetulan saya dan rombongan mendapatkan jadwal wawancara dan LGD dalam 2 hari. Jadwal saya saat itu : wawancara tanggal 10 Juni 2014 jam 10 pagi dan LGD tanggal 11 Juni 2014 jam 10 pagi. Diantara ketiga temen saya, saya mendapatkan jadwal wawancara paling awal. Setelah pembagian jadwal, ada pemeriksaan kelengkapan dokumen yang dilakukan oleh panitia. Jika dokumen sudah diperiksa dan lengkap, peserta diizinkan untuk menuju ruangan wawancara masing-masing.

Tibalah waktunya saya masuk ruangan wawancara, saya bersalaman dengan para reviewer lalu memberikan dokumen ke salah satu reviewer. Saya diwawancarai oleh 3 orang reviewer dari institusi yang berbeda, 2 orang dosen dan 1 orang psikolog. Bagaimana menghadapi psikolog? Kuncinya satu : keep calm. Walaupun sebenernya saya juga tetep keringat dingin, apalagi ketika lihat Ibu Psikolog lagi menulis sesuatu, tepat ketika saya menjawab pertanyaan dari reviewer. Keep the control in you.

Sebenarnya poin-poin wawancara adalah reviewer ingin tau tentang kepribadian dan seberapa besar kontribusimu untuk Indonesia. No free lunch. Kasarnya begini, kamu akan disekolahkan pake uang negara, lalu apa sih yang akan kamu berikan untuk Indonesia setelah studimu kelar? Ini ada beberapa pertanyaan yang diberikan pewawancara:

  1. Ceritakan tentang dirimu.
  2. Mengapa memilih Negara X Kampus Y? Kamu mendapat info dari mana? Kenapa nggak milih Negara Z?
  3. Apakah sudah dapat LoA? Apakah research plan yang seperti itu ngga bisa dilakukan jika kamu kuliah di dalam negeri? Mengapa harus ke luar negeri?
  4. Apa visi/misimu ke depan?
  5. Organisasi apa yang sangat berkesan untukmu dan yang membentukmu memiliki pribadi seperti ini?
  6. Ekspresikan rasa cintamu kepada Bangsa Indonesia!
  7. Mengapa kamu memilih LPDP? Apakah menurutmu mendapatkan beasiswa LPDP ini mudah? Kamu yakin akan keterima LPDP?

Wawancara saya 75% menggunakan bahasa Indonesia, sisanya Bahasa Inggris. Perlu diketahui bahwa masing-masing reviewer karakternya berbeda, ada yang bercerita bahwa reviewernya agak strict, reviewer menyanyakan tentang hal-hal teknis (terutama jika reviewer nya berkecimpung di bidang yang sama dengan peserta wawancara); ada juga peserta yang ditanya tentang kondisi keluarga secara detil, kemudian keluar ruangan wawancara sampe menangis/berkaca-kaca. Alhamdulilah, reviewer saya baik-baik, saya masih bisa ketawa-ketiwi walaupun menahan tangis. Sekeluarnya dari ruangan wawancara, saya merasa lega tapi… tapi… ya saya nggak yakin juga dengan wawancara saya ada beberapa poin yang harusnya jawabannya begini, tetapi karena saya grogi banget ketika menjawab pertanyaan malah jawabannya jadi begitu. Yah, campur aduk rasanya.

Saat itu saya berpikir, apapun hasilnya, saya tawakkal. Kalau memang belum berhasil di seleksi kali ini, berarti emang saya kurang persiapan yang matang dan saya harus legowo untuk mencoba lagi di seleksi selanjutnya dengan persiapan yang lebih matang. FYI, saya kemudian mengorek informasi dari panitia wawancara LPDP, katanya sih kalo tidak lolos di seleksi wawancara, baru bisa mendaftar lagi 6 bulan setelah pengumuman seleksi wawancara. Jadi, kalo bulan Juni ini saya ngga lolos, saya baru bisa daftar bulan Desember, in which saya baru bisa ikut seleksi di bulan Januari (jika ada). Huhuhu, kalau saya gagal, saya harus memperbanyak stok kesabaran saya *nangisdarah*.

Saya yakin tiap orang memiliki kecemasan sendiri-sendiri setelah seleksi wawancara, karena saya mendapat jadwal wawancara lebih dulu. Jadi saya udah ngerasa down duluan dibandingkan tiga temen saya. Ternyata setelah temen saya ngelewatin sesi wawancara, mereka juga ngerasain hal yang sama seperti saya, down dan cemas akan hasilnya, merasa ga maksimal, dll. At least not only me, the one who feel down after interview session, ada temennya *evilgrin*.

Tepat pada tanggal 10 Juni 2014, diumumkan hasil seleksi dokumen untuk beasiswa Research Student Monbukagakusho (Monbu, red) 2015. Selain apply Beasiswa LPDP, saya juga mencoba peruntungan saya di Monbu (baca tulisan saya yang ini) dan Fulbright. Ternyata saya nggak lolos seleksi dokumen untuk Beasiswa Monbu 2015. Hiks. Sedih. Ini kali pertama saya gagal ikut Monbu kategori Research Student, tapi ini kali kedua saya gagal seleksi Monbu (untuk kategori S1 sih) di tahun 2008 (tulisan ini) dan 2009 (saya nggak sempet nulis, malu, abisnya gagal mulu :D).

Day 2 : Seleksi Leaderless Group Discussion (LGD)

LGD adalah Leaderless Group Discussion, diskusi grup tanpa pemimpin. Diskusi ini dilakukan dalam kelompok yang terdiri dari 5-7 orang dengan tema yang ditentukan. Dalam sesi LGD ini ada 3 orang reviewer, mereka mengamati jalannya diskusi tanpa, mengingatkan sisa waktu yang tersedia dan memberi aba-aba untuk memulai dan mengakhiri diskusi.

Ingat bahwa dalam sesi LGD bukan kepemimpinanmu yang dinilai. Sesuai namanya : leaderless. Ada 2 tips menghadapinya :

  • jangan tampakkan superioritas kamu diantara yang lainnya
  • bantu temen sekelompok yang terlihat minor ketika berpendapat

Kebetulan saya mendapat kesempatan LGD di hari kedua, jadi sedikit banyak saya mendapatkan pengalaman dari temen saya yang udah melewati sesi LGD di hari pertama. Pada saat itu, ada 2 tema yang diangkat untuk tema diskusi LGD: kasus JIS (Jakarta International School) dan Ilmu Terapan vs Ilmu Murni (padahal malam sebelumnya saya udah mempersiapkan beberapa isu, seperti penutupan Gang Dolly, mengingat isu tersebut masing hangat di Surabaya).

Dibandingkan sesi wawancara, sesi LGD ini relatif lebih tidak menegangkan bagi saya. Sebelum masuk ruangan, saya juga sempat berkenalan dengan anggota kelompok LGD. Kelompok LGD saya ada 5 orang (harusnya sih ada 7 orang, tapi ada 2 yang tidak hadir), kebetulan perempuan semua (1 anak UM Jurusan Sastra Inggris, 2 ITS, 1 UB, dan saya sendiri). Kita sudah sepakat untuk saling menghormati pendapat antar anggota kelompok, saling memberi waktu untuk menyampaikan pendapat, intinya kita buat diskusi senyaman mungkin sehingga semua bisa berpartisipasi aktif dalam diskusi hingga merumuskan kesimpulan tertentu. Kebetulan di LGD saya tidak diminta ada notulensi, jadi ya kita ngobrol aja ngalor ngidul, saling mengutarakan pendapat masing2 sesuai dengan topik yang dibahas.

Begitu sedikit cerita tentang pengalaman saya melewati tahapan sesi wawancara dan LGD untuk beasiswa LPDP. Next post, saya akan bahas tentang Proses Request LoG (Letter of Guarantee) dan Proses Pencarian LoA (Letter of Acceptance). Semoga membantu🙂

50 thoughts on “LPDP Series #3: Seleksi Wawancara Beasiswa LPDP

    1. Mas Purbohadi, yang ditanggung oleh LPDP mencakup: SPP (tuition fee), biaya tesis, biaya wisuda, biaya pengurusan visa bagi yang ke luar negeri, biaya transportasi, biaya hidup, dan uang buku. Untuk lebih jelasnya, bisa lihat di web lpdp😉

      1. halo mba thanks buat replynya saya cek di booklet nya tdk ada keterangan tentang full scholarship, saya mau daftar ke KIT yg termasuk dalam list universitas yg disupport lpdp, biaya kuliah 30.000 € + biaya akomodasi kampus 530 € apakah ini termasuk yg dicover mb? terima kasih sebelumnya

    2. Halo Mas Purbohadi, kita samakan asumsi tentang Full Scholarship dulu ya. Full Scholarship itu beasiswa yang cover at the least, both the tuition fee and living expenses.

      Nah, pada Booklet LPDP informasi yang tercantum adalah sbb. :

      Komponen Pembiayaan Program Beasiswa Magister dan Doktor LPDP memberikan
      bantuan biaya studi program Magister atau Doktor kepada penerima beasiswa yang meliputi komponen-komponen berikut:
      1. Biaya Awal (Initial Allowance) yang meliputi;
      a. Biaya Pendaftaran (langsung dibayarkan ke universitas);
      b. Biaya Matrikulasi (langsung dibayarkan ke universitas);
      c. Biaya akomodasi awal (Settlement Allowance);
      d. Biaya Tesis/Desertasi;
      e. Biaya seminar international (untuk S3);
      f. Biaya transportasi.

      2. Biaya Berkala (Periodic Allowance) yang meliputi;
      a. Biaya perkuliahan / SPP (tuition fee);
      b. Biaya hidup bulanan & tunjangan domisili (monthly allowance);
      c. Tunjangan buku (book allowance).
      d. Asuransi kesehatan.

      Sehingga jelas bahwa LPDP menanggung biaya hidup dan biaya kuliah. Untuk berapa jumlah biaya kuliah yang ditanggung itu at cost. Sehingga, saya bisa bilang hingga saat ini, beasiswa LPDP itu jenis beasiswa yang full scholarship🙂

      1. Ok mb thanks buat informasinya sabtu ini saya mau test ielts semoga bisa dapat score bagus dan bisa langsung apply LPDP, kalau prosesnya mulai dari submit sampai pengumuman final berapa lama mb? dan untuk LPDP apa harus ada LOA dulu? Terima kasih sebelumnya😀

      2. Sukses Mas Purbohadi untuk tes IELTS dan LPDP nya🙂. Kalau saya ikut yang Beasiswa Pendidikan Indonesia, jarak dari hari terakhir submit dokumen dan pengumuman lolos seleksi sekitar 1-2 minggu mas.

  1. salam kenal mba, sy mau tanya nih. Saya akan apply LPDP periode Desember untuk tahun ajaran september 2015. Bagaimana timeline dari seleksi dokumen hingga PK? Selain itu, katanya untuk dapat LoA diberi waktu 1 tahun, kira2 1 tahun terhitung darimana ya mba?

    1. Halo Naomi,

      Mengenai timeline dari seleksi dokumen, wawancara dan pengumuman sesuai jadwal dari LPDP (gambar ada di LPDP Series #1), sejauh ini sy rasa mereka selalu tepat waktu. Untuk pembagian PK didasarkan pada LoA dan kondisi2 lain (misal: hamil, dll) yang sudah dapat LoA biasanya didahulukan. Contoh kasus, seorang awardee lolos wawancara bulan Juni, sudah dapat LoA untuk bulan September, maka awardee tsb diikutkan jadwal PK antara bulan juli-september sebelum keberangkatan.

      Pemberian waktu 1 tahun mencari LoA sepertinya dihitung setelah awardee ttd kontrak pada saat PK.

      1. Ooh gitu. Ok terimakasih ya mba
        Btw mba ini utk ke Jepang kan ya? Waktu interview ditanya mengenai dasar bahasa jepang ga? Sy juga apply utk ke Jepang mba, tp sama sekali tidak bs bahasanya. Sy apply jurusan yg english program mba.
        Lalu mba sudah dapat LoA? Sy ga sabar mau baca next post about LoA mba hehe

      2. Hai Naomi, iyaa saya juga sekarang persiapan bahasa (biaya sendiri, diluar beasiswa lpdp). Sy juga apply international class, tapi tetep butuh belajar bahasa jepang untuk percakapan sehari2.

        Alhamdulillah, baru kemaren sampe LoA nya. Iyaa Naomi, keep up to my next posting yaa, thank you udah baca blog saya🙂

  2. Permisi Mbak, semoga sukses saya mau nanya nih itu maksimal waktu kuliah paling cepat berapa bulan ya semenjak tanggal wawancara? soalnya mau ancer2 nyiapin mbak, Hehehe.

  3. Hi Oktaviani, thanks for sharing. Btw, saya juga sekarang sedang bekerja di perusahaan swasta dan tidak berniat untuk kembali setelah kuliah S2. Bagaimana Anda kemarin menjelaskan hal tersebut saat wawancara dan penyerahan dokumen asli? Is it really okay if I don’t bring that permission letter?

    1. Hi Annisa, pengalaman saya, pada saat pemeriksaan dokumen kelengkapan permission letter itu tidak ditanyakan. Temen sy (bawa permission letter) ngga ditanyai ttg permission letter oleh reviewernya.

      1. Hi Okta, punten nanya melulu yah hehe, sebetulnya surat rekomendasi itu butuh 2 atau 1 yah untuk LPDP-nya? Kok saya udah last minute, malah jadi ga ketemu-ketemu pas baca lagi di buku panduan & webnya. Trus kalau Okta kemarin, masih pakai surat keterangan dari Tokoh Masyarakat ga karna ga ada surat atasan? Soalnya kalo ngubek2 blog awardee tahun 2013 masih ada persyaratan tersebut. Thanks berat yah🙂

      2. Hi Annisa, sy pake 2 surat rekomendasi dari dosen, padahal sy sudah kerja selama 2 tahun–seharusnya sih pake surat rekomendasi atasan ya, tapi sy coba2 pake surat rekomendasi dosen, alhamdulillah bisa. Syaratnya sih sy lupa berapa, sy siapkan 2 waktu itu. Sy ngga pake surat keterangan dari tokoh masyarakat. Saran sy tulis aja pengalaman kita berorganisasi baik di masyarakat n kampus.

        Sukses ya Annisa🙂

      1. tapi sempet baca juga TOEIC juga bisa ya? atau sudah tidak bisa lagi ? terimakasih oktavianidewi

  4. Assalamu’alaikum Mbak Dewi,, salam kenal dr ‘Dede’
    maaf Mbak sy mau tanya, sy daftar beasiswa untuk periode Januari 2015, sy masih bingung untuk tata pendaftarannya, apakah saya hanya daftar lwt online sj? atau sy juga kirim berkas k panitia LPDP juga? terus untuk persyaratan2 mengenai surat rekomendasi dsb bs download dmna ya? Mksh Mbak..

    1. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Salam kenal Dedee. Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya.

      Iya, untuk mendaftar LPDP hanya dilakukan secara online, ngga perlu kirim dokumen ke kantor LPDP. Nanti verifikasi dokumen dilakukan saat sesi wawancara🙂. Untuk format surat rekomendasi dan format lainnya, cek di booklet LPDP aja Dede🙂.

  5. ass.wr.wb
    hi slm kenal,bs gk kirimin cntoh essay,study plan dan dokumen2 lainx sbg refrnsi,tlg kirim ke email ya…trims sblmx

  6. Terimakasih mba udh sharing pengalamannya, saya ada ikot lpdp jg mba periode 2015. Kalau misalnya kita ambilnya di dalam negeri persiapannya gmn ya mba, kalau kluar negeri kan hrs ada Loa, nah kalau di dalam negeri apa yg hrs di persiapkan.
    Terimaksih

    1. Halo Nuri, salam kenal. Persiapan untuk dalam dan luar negeri sama aja kok Nuri, bedanya cuma di standar sertifikat bahasa inggris. Silakan merujuk ke buku panduan/web lpdp ya untuk lebih jelasnya🙂

  7. Assalamualaikum mb
    Selamat pagi.
    Biasanya untuk pengumuman kelulusan, informadinya berapa lama setelah seleksi wawancara dan LGD dijalani.?
    Terima kasih

  8. Asslkum. Salam kenal, mbak Okta. That’s very kind of you to share your experiences in struggling for LPDP scholarship🙂 Saya juga ingin daftar utk periode 2015 (doakan yaa) Jika tidak keberatan, boleh saya minta kirimkan study plan dan essay-nya sbg referensi tulisan? E-mail saya hawath2010@gmail.com Thank you in advance, mbak Okta. Semoga sukses!🙂

  9. Salam kenal Mba Dewi.
    Terimakasih untuk tulisannya yang membangkitkan semangat sy lagi untuk terus mengejar beasiswa..kalau berkenan..bolehkah sy meminta dokumen2 untuk persyaratan lpdp? jika tdk keberatan ini alamat email sy dewimurni28@gmail.com

    Terimakasih banyak ya Mba🙂

  10. Hai mbak, mau Tanya…. Kalau TOEFL asli sudah dipakai buat apply univ yg Lain, sehingga hanya punya kopiannya bagaimana? Terima kasih infonya….

  11. Halo mbak nama saya rizky, mbak mau tanya2 seputar seleksi wawancara dan LGD dong.. saya mau tanya kalau pas wawancara nanti pakaiannya apa ya mbak apa ada warna dan model pakaian tertentu? Oiya mbak untuk seksi cek dokumen itu ada beverapa dokumen saya yg masih ditahan olwh kampus tujuan, menurut mbak saya harus bagaimana ya mbak? Terima kasih untuk saran dan infonya🙂

  12. Hallo mba” salam kenal .saya ikut lpdp periode juli kemaren mba” saya ambil program doktor dalam negeri mba’ ! tapi saya belum mempunyai LOA , trus gimana ya? apakah saya juga harus mendaftar dulu ke universitas yang saya tuju ? mhon infonya ya mba’

  13. saya bingung soal loa ini mba” dan saya juga bingung soal mendaftr ke perguruan tinggi tujuan , saya mencoba tenya ke perguruan tinggi yang saya tuju tapi disuruh tanya kebagian PMB, setelah saya hubungi PMB masih gagal terus mba” . mhon infonya mba”

    1. Mohon maaf, baru baca komenmu. Semangat ya, semoga dilancarkan usahanya u/ sekolah lagi. Untuk aturan baru dalam seleksi lpdp, silakan merujuk ke website lpdp atau telpon ke cso🙂

  14. permisi mbak, tulisannya sangat inspiratif dan memotivasi. saya mau bertany nih mbak, pas jamannya mbk sudah ada PK belum? kalo ada itu jarak dari wawancara/lgd ke PK berapa lama ya? terus kita dinyatakan sebagai awardee dan mendapat letter of sponsorship pas kapan ya? mohon dibalas ya mbak hehe Saya lagi butuh info banget, terima kasih atas waktunya.

  15. Halo mba octa…hmmm jadi smangat pengen nyoba Lpdp….hmm tq utk share pengalamannya ya mba…salam kenal sy Jill…uhmm mba kan lpdp ada univ tujuannya trus kalo misalnya mau. Ke univ yg gak masuk list lpdp gmn ya mbak?.
    Tq sebelumnya…

  16. Halo Mba

    jika saat ini sedang bekerja, namun tidak memperoleh surat ijin atasan krn sesuai peraturan perusahaan hrs resigned jike mdptkan beasiswa. otomatis sy tdk dpt melampirkan surat ijin atasan wkt wawancara, apakah itu akan mempengaruhi? mohon inputnya yah mba🙂

    1. Halo Vina,
      saya juga kurang paham tentang standar penilaian pada saat wawancara, tetapi pada intinya yang memberikan referensi adalah orang yang mengerti kepribadian dan attitude anda, boleh di lingkungan kantor, kuliah atau masyarakat. Menurut pendapat sy gitu.

  17. Selamat siang.
    Maaf mengganggu waktunya.
    Saya berencana untuk mendaftar beasiswa lpdp. Setelah saya membaca syarat-syarat serta cara pendaftarannya, saya melihat salah satu syaratnya yaitu transkrip nilai dari SD, SMP, dan SMA.
    Yang saya ingin tanyakan adalah:
    1. Apakah yang dimaksud dari transkrip nilai itu adalah nilai yang tertera pada belakang ijazah? atau SKHUN? atau nilai raport?
    Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s