Stop Doing Shit

Hi,

Akhirnya saya mulai nge-blog lagi, after a long hiatus. Sebenernya saya pengen write blog regularly dan udah bosen masukin write blog regularly dalam wishlist tahunan karena jarang banget tercapai, tapi setiap kali mau nulis saya selalu mikir: penting gak sih tulisan saya? Siapa yang bakalan baca? Mau nulis tentang apa? Butuh data dan referensi dari situs lain gak? Butuh analisa nggak tulisannya? Nggak mau bikin tulisan yang ecek-ecek. Pake bahasa inggris atau bahasa Indonesia? Masa posting artikel pendek? minimal 500 kata lah…

Helloooo Wed, emang mau nulis skripsi apah?

Harus gitu banyak banget yang dipikir? Harus sempurna banget gitu ya tulisannya? Lihat deh, akhirnya malah gak jadi nulis apa-apa selama 3 bulan terakhir. Maaf ya pembaca sekalian *dadahkekamera*.

Well, a good writing skill needs regular practice. Inget kan, kalo practice makes perfect. Udah lama nggak nulis juga bahaya buat kesehatan, momen bagus terlewatkan, ide-ide menguap, kreativitas nggak terasah, kemampuan menulis menurun ujung-ujungnya ngerasa hidup ngga berguna banget sih masa doing shit every day. Hahaha. Agak lebay, biarin dah.

Berhubung ini adalah blog pribadi saya, saya bebas dong mau nulis apa aja. Semisal ada hal yang saya salah tulis, I will appreciate it! So, feel free to criticize me.

Oke, sekarang saya mau bahas tentang Infotainment. Hari ini saya nonton INSE*T PAGI, beritanya tentang artis yang baru 5 bulan nikah dan sekarang lagi hamil, tapi sedihnya suaminya pergi entah kemana. Si istri cerita ke kru infotainment sambil nangis, ngga dinafkahilah, harus bedrest ga ditemenilah, anaknya dicocol sambel ama si suami barunya. Drama banget lah. Kesian sih, tapi perlu gitu ya diceritain ke infotainment? Lah, wartawan juga butuh berita sih. INSE*T juga udah kayak obat, tayang sehari tiga kali.

Lalu saya ganti channel, at least Spongebob Squarepants would be better. Indeed kita dicekokin berita nggak penting banget.

Sehingga sekarang saya putuskan untuk tidak nonton infotainment lagi. Emang apa untungnya kita tau masalah rumah tangga orang? Bakal ditanya gitu ya di ujian besok? Atau bakal ditanya di akhirat? Apa hikmahnya kita tau masalah orang lain yang dia kenal kita aja nggak. Stop doing shit today.


Credit to: https://peripateticpraxis.wordpress.com/2014/02/15/bullshit-jobs/

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3)

name

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s