Hikmah dari Random Chat

Alhamdulillah, Allah mempertemukan gue dengan orang-orang yang membuat gue belajar tentang disiplin terhadap waktu. Dari beberapa teman yang gue temui dalam bulan ini, 1 orang Indonesia dan 1 orang Turki, mereka memiliki kepribadian yang hampir sama.

Contoh kasus, pada saat gue dan temen gue lagi window shopping ama si cewek Turki dari satu toko ke toko yang lain, terjadilah percakapan sebagai berikut (sebut saja si cewek Turki dengan Melati):

Melati : “kita punya waktu 1 jam 15 menit lagi untuk jalan-jalan, nanti jam 13.30 kita harus sholat dhuhur ya. Karena kita akan sholat di taman, kita ambil wudhu dulu di toilet yang ada di mall sebelah taman”.

Gue dan temen : #anggukangguk

Nah, si Melati ini tipikal leader banget kan. Dia nggak merasa sungkan untuk mengarahkan temennya mengikuti jadwal, tahu tujuan yang mau dicapaifokus pada tujuanstick to the timetable dan obyektif.

Harus sering-sering gaul ama dia nih, biar ketularan disiplin.

1457122-time-quotes-wallpaper-hd-2

Satu lagi, contoh kasus percakapan gue ama temen indonesia gue yang lumayan bikin gue tertampar. Sebut saja si Mawar. Ceritanya, si Mawar ini mahasiswa tamu yang ke Kitakyushu selama 2 minggu untuk survei laboratorium dan kehidupan mahasiswa disini. Percakapan ini terjadi di parkiran Yodobashi, saat kami menunggu antrian sholat Ashar.

Gue : Mba Mawar, kenapa sih ngga cari kampus di Tokyo, Osaka, Kyoto atau kota besar aja? Disini kan kota kecil, kalo jalan-jalan juga paling tempatnya itu-itu aja. Di Tokyo kan enak, deket tempat wisata ada Odaiba, Akihabara, Asakusa, Harajuku, Shinjuku dan mau makan diluar juga enak, banyak toko yang jual makanan halal.

Mawar : Kalo pertimbanganku sih simpel aja. Kalo untuk belajar, di Kitakyushu ini enak banget. Jauh dari keramaian. Asrama deket ama kampus, perpustakaan juga deket ama kampus, kantin juga menyediakan makanan komposisinya jelas sehingga kita bisa menghindari makanan dari barang yang nggak halal. Kondisi yang seperti ini udah kondusif banget untuk belajar.

Gue : #slapped

Emang ya, rencana Allah nih sempurna banget. Di saat gue bingung arah dan tujuan, datanglah si Mawar dan Melati yang memberi tamparan keras bahwa “hidup harus punya tujuan yang akan dicapai, dengan begitu waktu dan energi yang kita miliki dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan itu.”

Naruhodo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s