Social Coding dengan GitHub

Konsep social coding yang ditawarkan GitHub emang bukan sesuatu yang baru. Saya juga nggak tau sejak tahun kapan GitHub dipopulerkan. Saya baru menyadari pentingnya GitHub sejak Januari lalu, padahal dah punya akun GitHub sejak 2012. Seperti namanya, GitHub gabungan dari Git dan Hub.

Menurut website ini, Git adalah tools yang berfungsi sebagai Version Control System (VCS) dan kalau diartikan ke bahasa kita artinya sebuah sistem pelacak perubahan pada file. Sedangkan Hub sendiri berarti penjembatan, ini arti versi saya aja sih. Seperti perangkat Hub pada jaringan komputer itu lhoo, Hub gunanya untuk menjembatani antara 2 tools. Dalam hal ini, GitHub menyediakan cloud storage untuk kita menyimpan project kita disitu. Sejauh ini saya pake yang free aja sih, walaupun terbatas, #belumbanyakprojeksih

Kenapa melacak perubahan itu penting? Konsepnya seperti back-up file, bisa aja kan pas kita lagi asik-asik coding #cieemangcodingasik? tiba-tiba laptop kita kesiram kopi panas, trus laptop kita langsung nggak bisa dinyalain dan harus diservis selama beberapa hari, sementara file codingan kita belum di-save ke media penyimpanan cem flashdisk atau external HD. Errr, that shit could happen anyway. Nah, kalo kita mau lanjutin codingan kita di pc/laptop lain, gimana dong? Disinilah GitHub bisa menjadi solusi. GitHub menyimpan file codingan kita pada cloud storage dan menyimpan record perubahan yang kita lakukan pada coding kita. Sehingga kita bisa mengunduh file codingan kita yang versi terbaru maupun versi yang lama, kapanpun.

Kok bisa? Berarti harus konek internet ya pas coding? Trus, bagaimana GitHub menyimpan file coding kita, sementara file coding bukannya disimpan di hardisk laptop sendiri? Yep, file coding disimpan di hardisk sendiri dan kita juga bisa kok ‘kerja’ secara offline (tanpa harus konek internet). Nah, kita butuh koneksi internet saat akan meng-upload file codingan kita dari laptop ke storage akun GitHub, istilahnya di GitHub adalah PUSH command. Nah, di saat kita kena musibah kopi-panas-tumpah-ke-laptop dan akan ngerjain di pc/laptop lain, kita harus men-download/meng-update file codingan dari storage GitHub ke laptop menggunakan command PULL. Ada beberapa command yang harus kita inget-inget untuk pake GitHub secara kaffah, cek disini untuk cheatsheet GitHub.

Selain itu, GitHub juga bisa diintegrasikan dengan editor yang kita pakai, salah satunya JetBrains. Pastinya editor lain juga ada fitur VCS dan integrasi dengan GitHub, sih. Kalau kerjaan bisa konek internet terus sih, lebih enak kalo kita integrasikan editor kita dengan akun GitHub kita, jadi akan auto-COMMIT tiap berapa menit gitu.

Nah, GitHub ini tools yang berguna banget kan? Noh, buruan bikin akun GitHub and be a social coder.

name

One thought on “Social Coding dengan GitHub

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s