Learning How To Learn

Gangguan terbesar saya untuk keep focus pada suatu kerjaan adalah handphone dan koneksi internet. Apalagi saat liburan, has nothing to do dan HP nempel ama tangan. Nah, berhubung saya pengen sembuh dari adiksi ini, saya install macem2 aplikasi yang bisa boost productivity seperti ClearLock dan Pocket.

Seperti yang pernah saya tulis di post sebelumnya, ClearLock ini bisa mengunci beberapa aplikasi selama rentang waktu tententu, sedangkan Pocket ini gunanya untuk menyimpan website secara offline. Pocket ini berguna banget kalo mau mengurangi adiksi koneksi internet. Nggak cukup itu aja, saya juga ngeblok facebook dari browser saya di laptop. Nggak bisa FB-an di laptop deh ya.

Nggak tau kenapa saya masih aja ngerasa ga bisa fokus, macem lola dan susah nangkep materi. Apa yang salah dengan cara belajar saya? Iseng saya cari course di coursera tentang gimana cara belajar. Dapet course ini: “Learning How to Learn: Powerful mental tools to help you master tough subjects“. Free course ini recommended banget buat siapapun yang prinsip hidupnya long-life-learner, cieh. Course keren gini bisa free yah, amal jariah banget ya yang ngasi lecture😄. Saya juga belum khatam nontonin semua week dari videonya sih coba kalo dorama, pasti sehari dah khatam. Video lecture-nya dibagi dalam tiap week. Masing-masing week membahas topik yang berbeda.

Week pertama bahas tentang bagaimana caranya mengingat materi? Salah satunya dengan metode mnemonics, yakni megasosiasikan hal yang mau kita ingat dengan hal lain yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Tips lainnya adalah, untuk mengingat hal yang sifatnya abstrak, seperti rumus matematika, algoritma, code program, dll. Kita harus sering-sering latihan solving problem. Semakin sering solving problem, semakin kuat jaringan yang menghubungkan antar neuron di otak kita. Istilahnya, semakin encer otak kita kalo ada kasus yang serupa. Hal ini mengingatkan saya pada fakta bahwa berpikir pada dasarnya adalah kemampuan otak kita menghubungkan data yang tersimpan pada neuron-neuron. Interesting.

Nah, lebih seru di week kedua yang membahas tentang bagaimana memanajemen waktu dengan baik. Ada beberapa tips yang bisa dipraktekin langsung tiap harinya, antara lain:

  • Keep a planner journal. Sebelum tidur malam, rencanakan apa yang akan dikerjakan untuk besok. Besoknya, sebelum tidur, buat evaluasi apa aja yang udah dikerjakan dan belum dikerjakan.
  • Install Pomodoro di laptop/PC tempat kamu kerja. Pomodoro ini timer. Defaultnya sih pomodoro ini nge-set 25 menit-an untuk untuk kita keep focus. Setelah lewat 25 menit, kita bisa dapet reward short/long break. Baru seminggu ini saya pake Pomodoro, yang selalu saya aktifkan as soon as I work on laptop. This is incredibly effective.
  • Tentukan batas akhir dari pengerjaan sesuatu. Kalo kita ngga menentukan batas akhir dari pengerjaan sesuatu, artinya kita ga bisa berkomitmen untuk melakukan hal secara maksimal in a limited time. Mereka yang berkomitmen untuk maintain healthy leisure time bersama dengan kerja keras, terbukti bisa outperform mereka yang bekerja keras pada endless treadmill.
  • Eat your frogs first in the morning. Kerjakan yang paling susah terlebih dulu. Try to work on a most important and most disliked task first. At least just one
  • Work hard, play hard. Delay rewards until you finish the task, relax so you can feeling relax without guilty.

Nah, berkat Pomodoro, saya jadi tau berapa menit yang saya butuhkan untuk nulis post ini. Penasaran week selanjutnya tentang apa? Udah enroll aja kelasnya, nggak bakal nyesel.

name

2 thoughts on “Learning How To Learn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s