My life updates after BFG

Do your best, let Allah do the rest

Pada tahun 2017, nasib mempertemukan saya dengan hiruk pikuk kehidupan kota Jakarta. Di track record travelling saya, Jakarta emang belum pernah saya datangi secara on purpose, paling ya cuma transit flight. Sepulang dari Jepang, sebenarnya sudah terbayangkan sih kalo saya mungkin akan mencari pekerjaan di Jakarta dan sekitarnya, melihat geliat IT (terutama kebutuhan akan data scientist dan sejenisnya) yang berkembang sangat pesat disini.

Satu bulan setelah pulang dari Jepang, pada 12 Maret 2017, saya melangsungkan pernikahan dengan orang paling sabar sejagad raya. Saya turut mengundang Pak Jokowi, namun sepertinya beliau sibuk menemani Raja dari Saudi Arabia, sehingga ngga bisa datang XD. Foto-foto pernikahan emang sengaja nggak kami (cieee, kami: saya dan suami, red.) upload, untuk meghormati mereka yang masih berikhtiar menuju pernikahan tetapi jalannya masih berliku. Cukuplah kami berdua, Bapak KUA, dan semua tamu undangan yang tau kalo kami uda nikah.

Miss the man in frame #ldmlyfe #setrong

A post shared by Dewi Nurfitri Oktaviani (@oktavianidewi27) on

 

Nah, tiga bulan sesudah menikah, ada tawaran pekerjaan yang merupakan dream job saya banget. Kriteria dream job saya sih sebenarnya sepele, asalkan pekerjaan tersebut memberi kesempatan untuk saya bisa coding dan bisa utak atik nlp, tuning parameter classifier, etc. SAYA. UDAH. SENENG. BANGET. Ngga ada yang lebih menyenangkan daripada mengerjakan hobi yang dibayar.

Continue reading “My life updates after BFG”

Advertisements