25 Tahun

Hi,

Hari ini tepat 7 hari saya menapaki usia ke-25. Perayaan ulang tahun di Indonesia bukan menjadi sesuatu yang menyenangkan, karena justru di hari ulang tahun ini, teman-teman di kuliah atau tempat kerja tetiba menagih jatah traktiran dengan alasan syukuran atas bertambahnya umur. Masih untung jika hanya ditagih traktiran, yang bikin sebel lagi jika ada episode dikerjain ama temen saat ulang tahun, entah diguyur air kolam atau dilempari telur dan tepung. Padahal kalo di Jepang, temen saya pernah cerita (saya belum pernah merasakan), kalau kita ulang tahun justru kita–yang ulang tahun yang ditraktir makan.

kaskus_ultah
Email ucapan selamat ulang tahun dari Kaskus

Ibu saya mencuri start dengan mengucapkan selamat sehari sebelumnya, saya bersyukur ibu saya nggak menanyakan kapan nikah. Di usia 25 tahun, Ibu saya sudah menikah dan memiliki dua anak, bersiap untuk merencanakan anak ketiga. Sementara saya di usia 25 tahun, sedang pusing melajarin algoritma untuk clustering data.

Continue reading “25 Tahun”

Hikmah dari Random Chat

Alhamdulillah, Allah mempertemukan gue dengan orang-orang yang membuat gue belajar tentang disiplin terhadap waktu. Dari beberapa teman yang gue temui dalam bulan ini, 1 orang Indonesia dan 1 orang Turki, mereka memiliki kepribadian yang hampir sama.

Contoh kasus, pada saat gue dan temen gue lagi window shopping ama si cewek Turki dari satu toko ke toko yang lain, terjadilah percakapan sebagai berikut (sebut saja si cewek Turki dengan Melati):

Melati : “kita punya waktu 1 jam 15 menit lagi untuk jalan-jalan, nanti jam 13.30 kita harus sholat dhuhur ya. Karena kita akan sholat di taman, kita ambil wudhu dulu di toilet yang ada di mall sebelah taman”.

Gue dan temen : #anggukangguk

Continue reading “Hikmah dari Random Chat”

Tentang Membuat Keputusan

Selamat pagi,

Ide ini saya tuliskan ketika melihat teman saya, sebutlah namanya ‘si O’ yang sedang merantau ke negeri alien. Si O sedang kebingungan memilih matkul apa yang akan diambil di semester awal. Antara mengambil matkul baru atau matkul lama (yang pernah dipelajari ketika S1). Mengapa mengambil matkul yang sudah pernah dipelajari? Karena ada jaminan (keyakinan, lebih tepatnya) bahwa ia akan dapat lulus matkul tersebut dengan nilai baik, karena hanya mengulang materi di S1, otherwise, tidak ada jaminan ia bisa menyelesaikan matkul baru dengan nilai yang baik. Sementara Si O juga harus mempertanggungjawabkan nilai matkul ke pemberi beasiswa. Dilema.

Life is full of choices. Dimulai dari bangun tidur, ketika mendengar suara alarm kita sudah dihadapkan pada pilihan segera bangun atau kembali menarik selimut; hari ini mandi atau nggak mandi? Ke kampus pake baju apa ya? Beli makanan yang enak atau yang sehat? Update status di FB atau di Path? Hingga memilih si A atau si B untuk jadi pasangan hidup?

Kondisi nyaman memang selalu menggoda. Kondisi dimana kita merasa aman, damai, tidak terancam dan tidak harus move on. Nah, pada konteks cerita di atas, apa yang akan terjadi jika kita selalu memilih berada di zona nyaman? Kembali menarik selimut, nggak mandi, nggak ke kampus. Ya kalo menurut lo every day is like holiday sih mau gitu terus juga terserah bro! Chicken stays, eagles fly.

Kembali ke topic si O tadi, saranku, buat apa sekolah jauh-jauh kesini kalau hanya mencari nilai, bukan keahlian? Move out from your comfort zone. Learn something new, discover the treasures, and enjoy the fresh air. IMO, ketika sudah menentukan pilihan, jangan berbuat kesalahan dengan tidak bertanggungjawab atas pilihan itu. Memilih sesuatu itu sepaket dengan kemampuan bertanggungjawab. That’s why someone said that making a decision is showing your maturity. Numerical age doesn’t count.

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya (QS. 17 : 36)

name

Recently

Hi,

I write this in the middle of my hour break. What did I do recently?

  • I listened to Yiruma and Motohiro Hata albums all days. I thought the last day I updated my playlist was 1 months ago :).
  • I learned Japanese (again) and tried to memorize Hiragana and Katakana. I felt difficult memorizing those though.
  • I made my night long (and boring) trying to understand about QA. I searched related journals about QA and collected my best efforts to understand what did the journals said, but I always end it up with fall a sleep until the morning come.
  • I watched several Korean Dramas : The Master’s Sun, It’s Okay It’s Love, Three Musketeers. Also Japanese Doramas : School and Nodame Cantabile series.
  • I bought 2 novels : Sabtu Bersama Bapak by Adhitya Mulya and The Winner Stand Alone by Paulo Coelho.
  • I rarely open my blog. While I opened it I always change the themes :p.
  • I modified my codes a lot.
  • I am selected as fellow teacher in KelasInspirasi Jawa Timur. I feel so happy and wondering what material will I give them?
  • I’m completing application for Waseda and trying to request LPDP to issue my LoG before the application deadline in Waseda.
  • I killed time reading my news subscription in email from Groupon Disdus, Seth Godin and Medium.
  • I never finished my online class in Coursera. I recently join Data Mining class (if I’m not mistaken), but I didn’t continue it.
  • I did stalking on several friends, got jealous and hit the close button on the top-right :).
  • I spend my weekend in Malang often. I realize that I will leave my family in less than 10 months (oke, yang ini gw kepedean, but Amin).

What else?

Oh, men. Time is up.

Maleficent : The Sleeping Beauty’s Untold Story

Jumat tanggal 13 Juni 2014, saya mengiyakan ajakan temen, Umi, untuk nonton Maleficent, film yang lagi now watching banget di path-path. Itung-itung refreshing setelah beberapa hari sebelumnya kami under-pressure banget buat persiapan acara something. Umi menawarkan pilihan nonton di Lenmarc (in which located di Surabaya Barat, dan jauh banget dari kosan) atau di Tunjungan Plaza (lebih reachable, di tengah kota, deket dengan kosan). Atas pertimbangan jarak, akhirnya dipilihlah Bioskop 21 Tunjungan Plaza sebagai tempat nonton kita.

YO4rMp6xAF

Saya belum sempet liat traillernya Maleficent sebelum nonton film ini, bahkan saya sama sekali ngga ngerti Maleficent ini film apaan. Setau saya, Maleficent ini dibintangi Angelina Jolie. Udah itu aja. Ternyata, as this title goes, Maleficent is the dark angel in the sleeping beauty. This film mostly reveals the untold stories from the tale of sleeping beauty. Well, saya nggak bakal cerita tentang gimana alur cerita Maleficent, karena yang belum nonton ntar kecewa karena nontonnya jadi nggak seru kalo saya bocorin jalur ceritanya :).  Saya mau bahas pesan moral yang aku dapet abis nonton Maleficent ini. Menurut saya Film Maleficent ini ada kemiripan dengan Film Frozen di beberapa hal:

  • Cinta sejati tidak hanya cinta dari lawan jenis, tetapi bisa dari orang-orang terdekat kita. Di Film Frozen, saya kira cinta sejati Princess Anna adalah Prince Hans. Ternyata bukan, karena cinta sejati Princess Anna adalah Princess Elsa. Begitu juga di Maleficent, justru Maleficent-lah yang membebaskan Aurora dari kutukan tidur yang diberikan oleh si Maleficent sendiri. Maleficent lah cinta sejati Aurora, bukan Pangeran Philip.
  • Everything happens for a reason, never judging about something before knowing the whole reasons. Mengapa si Maleficent memberikan kutukan pada Aurora? Yaa, makanya tonton filmnya :). Di Film Frozen, Princess Elsa juga memiliki alasan mengapa ia menutup diri dari sekitarnya, bahkan pada adiknya, Princess Anna. Walaupun kelihatannya, yang berbuat jahat adalah tokoh Maleficent dan Princess Elsa.
  • Lebih manusiawi (atau lebih peri-awi :p). Mengapa saya bilang film Maleficent dan Frozen lebih manusiawi? Karena penggambaran karakternya lebih berimbang. Baik-buruknya perilaku seseorang didasarkan pada alasan-alasan tertentu, yang mungkin tidak diungkapkan (untold). Saya yakin Maleficent tidak akan memberi kutukan jika Aurora jika Stefan nggak berkhianat. Begitu juga dengan Princess Elsa tidak akan menutup diri jika ia dapat mengontrol kekuatan supernya. Menurut saya sih, nggak manusiawi banget jika tanpa alasan tertentu seseorang tiba-tiba berperangai jahat. Karena pada dasarnya manusia dibekali sifat baik dan sifat buruk.

Okeeeh, jadi pelajaran yang bisa diambil dari 2 film besutan Disney tersebut adalaaaah : orang yang berhati tamak akan mati dalam ketamakannya dan never judge people before knowing the whole (maybe untold) reasons.

name

Titip Ibuku Ya Allah

“Nak, bangun… udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja…”
Tradisi ini sudah berlangsung sejak kecil, sejakpertama kali aku bisa mengingat.
menganjak umur 12 th sudah meninggalkanya ^_^ Kini usiaku sudah kepala 20 dan aku jadi seorang Karyawan disebuah Perusahaan swasta, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.
“Ibu sayang… ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa.”
pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika Ibu mengajakku makan
siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.

Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami
kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca .. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak ….. tapi entahlah…. Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu…

View original post 569 more words

Have you installed BBM on Android?

Penasaran seberapa ramenya traffic download BBM apps minggu ini, eh tadi pagi ada berita ini. Bahkan saking banyaknya pengguna android dan IOS yang ingin menjajal BBM, sampe dibikinin waiting list untuk dapat akses lanjutin next installation. Dan berdasarkan berita ini, kira-kira 25% dari waiting list adalah orang Indonesia. Prok prok prok. Indonesia emang jagonya kalo masalah ngobrol, kongkow, gosssip… dan sejenis itulah.

666121
taken from http://radaronline.co.id/2013/10/16/blackberry-akan-luncurkan-bbm-android-dan-iphone/

Saya termasuk orang yang lagi ngikutin happeningnya temen kantor yang lagi sibuk-sibuknya nginstal BBM on Android. Ada yang frustasi gara-gara selalu ‘no connection’ padahal koneksi wifi oke banget, ada yang banting-banting hp karena selalu dapat halaman : ‘Setting Up BBM’, dan masalah-masalah lain yang cukup mengganggu. Percayalah kamu nginstall atau nggak nginstall BBM di Android pun nggak masalah kok :). Tapi buat yang udah ngebet banget pengen install, bersabar aja menantikan datangnya email konfirmasi. Continue reading “Have you installed BBM on Android?”